Penanganan Kriris Kelistrikan Indonesia yang “lucu”

Pulang kerumah disuguhi kopi dan pisang goreng anget, tergelitik juga baca uraian tentang krisis kelistrikan negara kita tercinta.  Berita ini bukan hal baru, soalnya beberapa hari kemaren sebelum tanggal 27 februari [kalo ngak salah], banyak cewek-cewek cantik membagikan selebaran yang mungkin karyawan Perusahaan Setrum Negara kita PLN. Bukan PSN atau PNS :D

Selebaran itu intinya menghemat pemakaian listrik antara 50 sampai 100 watt per kepala keluarga agar tidak terjadi pemadaman bergilir di wilayah bali menyusul adanya krisis listrik di interkoneksi jawa-bali yang katanya merupakan interkoneksi paling canggih di indonesia [ini katanya loch].

PLN berdalih krisis listrik ini karena adanya gangguan cuaca sehingga kapal pengangkut batubara dan gas tidak bisa berlabuk di PTL (Pembangkit Tenaga Listrik). Sederhana saja pemikiran saya, apa meraka tidak mempersiapkan stock bahan baku? ooo…. Ternyata masalahnya bukan cuma cuaca, permasalahan lain adalah, PLN kesulitan mendapat bahan baku batubara dan gas…

Why??

Katanya karena produsen batubara lebih memilih ekspor mengingat melonjaknya harga komoditi bahan bakar dunia.. Minyak mentah katanya sempat menembus $100 per barel..

LUCUNYA DIMANA ?

Sekitar taun 2007 ramai dan gencar di koran diberitakan pemerintah mengundang investor luar untuk investasi di infrastruktur ketenaga listrikan dan mengalihkan penggunaan bahan baku dari minyak bumi ke batubara dan gas.

Kalau cerita di atas dikaitkan… Pembangkit tenaga listrik nanti yang berdiri megah dari pinjaman asing. Bakalan nongkrong karena tidak tersedia bahan baku baik batubara dan gas..

Lucunya bagi saya .. Knapa ngak dipikir duluan.. Apa yang dikejar cuma komisi proyeknya…???  Parah-parah.

Jadi ingat kata tetangga..

Kalo pengen kaya : jangan jadi PNS… Jadilah Bisnisman..
Kalau pengen kaya raya : Jadilan PNS [Pejabat] Yang Berbisnis… kekekekek