Kisrus Masalah DPT Pemilu 2009 dan Keberhasilan Pemerintahan

Jika data penduduk pemilih saja kacau, penduduk yang mana berhasil ditingkatkan kesejahteraannya?  Itu menjadi pertanyaan mengapa saya menulis ini.

Jujur.. Mungkin seperti teman-taman semua, saya sempat berpikir pemerintahan sekarang lebih baik. Belakangan saya mulai bertanya, kenapa saya berpikir seperti itu.. Apa saya juga menjadi korban iklan dan korban sebuah pencitraan yang yang terus menerus.

Ok. Saya coba ingat satu per satu.

Program pengentasan kemiskinan. Masih ingatkah sobat semua, iklan-iklan PNPM Mandiri, Iklan BLT dll, Iklan itu sekarang sudah tidak ada di televisi, mungkin karena sudah selesai pemilu dan anda liat sendiri hasilnya. ;) )
Saya bangun pagi, mau makan siang, atau begadang sendirian iklan-iklan itu selalu terdengar di telinga. Terutama iklan PNPM Mandiri, sampai saya sempat berpikir mungkin biaya iklan itu mencapai angka miliaran rupiah, sedangkan angka dana PNPM Mandiri yang sampai ke rakyat sapa yang tau ;) )

Sedangkan program BLT, yang katanya gagasan dari Wapres Yusuf Kala, di klaim demokrat dan katanya diawasi PDIP, di kampung saya tercinta menjadi masalah karena disalurkan kepada orang-orang yang tidak seharusnya dan saat ini kepala desa di kampung saya sedang menjalani proses peradilan dan menjadi tersangka..

Korupsi. Saya begitu salut dengan kerja KPK untuk memberantas korupsi seperti yang teman-teman tonton di televisi koruptor-koruptor ditangkap. Tapi kembali saya coba mengingat, pak ANTASARI AZHAR ketua KPK itu baru diangkat kalo tidak salah akhir 2007. Sebelum tahun itu, pemberantasan korupsi oleh KPK baik di pemerintahan Ibu Megawati dan Bapak SBY, masih adem ayem alias kurang greget… Saya jadi berpikir ulang, apakah klaim pemerintahan bersih benar adanya. Kasus terakhir yang saya ingat, Pejabat perhubungan ditangkap karena suap pengadaan kapal. Ini pemerintahan yang sudah bersih atau Pak “ANTASARI AZHAR” yang memang serius memberantas korupsi.. Saya jadi bertanya kembali, apakah ada pembenahan di Bea dan Cukai jika tidak diobok-obok KPK. Maaf saja kali ini, saya pesimis ada yang berbenah sebelum ketauan.. hehe…

Klaim..
Nah.. ini yang membuat saya berubah pikiran dari perasaan paling awal saya sebut di atas. Badan pusat statistik selalu merilis angka angka fantastis akan permaikan ekonomi indonesia, penurunan jumlah kemiskinan dan segala hal yang harum harum di telinga..
Ada bagian yang lucu saya tangkap disini. Mumpung masih hangat. Kisruh Pemilu 2009 ini, yang paling mengagetkan adalah kisrus masalah DPT. DPT adalah data penduduk indonesia yang berhak memilih. Data mentah DPT ini diperoleh dari salah satu departemen yang membawahi catatan sipil. Saat timbul masalah DPT bahkan sebelum pemilu dimulai. Pihak Departemen sebagai wakil pemerintah saling tuding dengan KPU tentang siapa yang salah dalam masalah ini.

Kekacauan data kependudukan indonesia memang sudah hal yang terjadi sejak dulu. Dan syukur-syukur tidak jadi klaim keberhasilan pemerintah. Karena akan menjadi lucu. Pemerintah mengklaim berhasil mensejahterakan rakyat, tapi rakyatnya  saja mereka tidak tau siapa orangnya. ;) ) Dalam ketatanegaraan hak memilih dan dipilih adalah hak paling dasar. Jika penduduk atau masyarakat yang memiliki hak dasar ini saja pemerintah tidak tau. Saya jadi bertanya kembali, Siapa yang sudah dikurangi kemiskinannya oleh pemerintah. Dimana BPS mendapat data tersebut..

Saya sempat optimis dengan pemerintahan Sekarang, Tapi melihat keadaan sekarang, saya menjadi merasa saya korban iklan. Dan saya tertarik menulis disinipun, karena kemaren malam, saya melihat kembali iklan dari “Departemen Koperasi” yang berisi tag “lanjutkan” milik salah satu partai besar. Ohh.. Pak.. Di desa saya ada koperasi, bukan koperasi biasa, tapi “PUSAT Koperasi Unit Desa” dengan luas hektaran dan bangunan gudang yang berjumlah sangat banyak, dari jaman saya SD sampai sekarang tidak pernah dipakai menjalankan yang namanya koperasi, malah jadi gudang hantu. Saya tidak tau, apakah hantu koperasi juga menjadi andalan koperasi sekarang. Bingung mode : ON.

Maaf, sekarang saya sudah tidak lagi percaya dengan citra, dengan iklan dan klaim-klaim.. tapi jalanan ke rumah saya masih tetap rusak parah. andai saya sempat menampilkan fotonya. mungkin banyak Off-Roader yang tertarik. hehehe..
Saya juga bosan dengan pemimpin pendiam [anda tebak], bosan dengan pemimpin yang hanya selalu mengatakan dirinya sukses [anda tebak], dan juga tidak tertarik pemimpin yang berbau orde baru [anda tebak]…

Saya hanya berharap pemimpin indonesia seperti bapak ANTASARI AZHAR. “less talk DO MORE“.
PAK.  ANTASARI AZHAR…. Satu suara saya untuk anda di pemilu presiden 2014.. ;)

13 thoughts on “Kisrus Masalah DPT Pemilu 2009 dan Keberhasilan Pemerintahan

  1. Semuanya tinggal pribadi kita masing2. jika masih terhasut sm hal2 menggiurkan pzt gampang t’jerumus jg.mg sj Indonesia jd makin baik di bidang apapun stlh pemilu ini.

  2. Sepertinya ente salah pilih bro…
    Antasari tersangka otak pembunuhan. Ck ck ck…

  3. @Lengkonk
    wah… ternyata makin banyak serigala berbulu domba…
    kekeke

  4. Benar yang anda ulas, bagaimana bisa beres system olah datanya berubah-ubah, Pemilu Th2004 menggunakan Data Base dengan dasar NIK ( Nomor Pokok Kependudukan), sekarang sih masih tapi pengolahannya menggunakan MS EXEL semi manual, jadi kalau diminta data berapa Jumlah Penduduk yang usia 17 Th pada Tanggal 1 Juni 2009 dan sudah boleh Coblos, KPU untuk menghitung butuh waktu sebulan, bukan beberapa menit ??????? Nggak tahu tuh maksudnya apa dirubah systemnya, atau supaya bisa membodohi masyarakat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>