Tiap suatu jaman kepemimpinan. Sering dibilang rezim, seperti rezim orde lama, rezim orba(orde baru) dll. Secara Pribadi, Keaddan sekarang saya sebut sebagai Rezim Rekayasa dan Mafia..
Beberapa catatan saya tentang rekayasa, mafia dan mungkin teori konspirasi di negara tercinta ini
Sebelum Pemilu 2009
1. Rekayasa Indikator Ekonomi tentang penduduk miskin.
Yang dibilang menurun dengan data Badan Pusat Statistik, padahal jika menggunakan indikator Bank Dunia. Penduduk yang berpenghasilan di bawah 20.000 sehari. Hampir mencapai 115juta orang.. dibandingkan yang dipakai kampanye cuma 30 juta orang.
2. Rekayasa Spanduk Kampanye.
Tidak sengaja, tidak tau, diurus bawahan. Jawaban berkelit anggota KPU saat spanduk yang akan disebarkan ke seluruh indonesia itu mencontreng salah satu capres.
3. Rekayasa Pelaku Pemboman adalah Peserta Pilpres yang kalah.
Betapa sedihnya saat bangsa ini mengalami musibah pengeboman. Masih ada “pemimpin” bangsa ini yang merengek dan mengatakan dirinya menjadi target dengan dalih data intelejen dengan kalimat “Ini Intelejen….. ” kekekek. Dan menuduh Saingan mereka di pilpres yang melakukan pengeboman di mariot. Lucu… setelah terbukti bahwa pelakunya noordin… Ga ada yang “santun” minta maaf.
4. Rekasaya Pembunuhan Nasrudin oleh Antasari?
Setelah salah satu orang tertinggi di negeri ini mengatakan bahwa lembaga KPK superbody, sampai bisa menangkap seorang besan presiden. Dimualilah sandiwara rekayasa besar besaran terhadap KPK.. Pembunuhan Nasrudin yang gembar gembor karena isu orang ketiga, yang ternyata merekam dirinya saat cekikikan masuk hotel. juga sang penyandang dana yang mengaku teman AA tetepi merekam pembicaraan mereka. Dan akhirnya WW yang mengatakan bahwa kasus ini rekayasa dari atasan hanya untuk menjebloskan AA. Dan yang terbarupengakuan dari Susno Duaji kalau Ada TIm bayangan dalam kasus Nasrudin dan AA. Untuk Yang satu ini belum jelas kepastian hukumnya.
5. Rekayasan Pelamahan KPK dan Penahanan Bibit Candra. Kasus CICAK VS BUAYA
Kasus ini paling heboh dan menyebabkan kekacauan di beberapa lini aktor rekayasa. Sampai kasus ini kemudaian mencuat dan akhirnya menjadi pintu masuk kasus Century.
6. Rekayasa Penyelamatan Bank Century.
Bank sakit, Bahakan sudah sakit dari sebelum dilahirkan, Mendapat talangan dana yang bisa membuat hampir 2 jembatan suramadu ini penuh rekayasa. Undang undang dirubah, Peraturan BI di rubah, Rekening dipecah pecah agar dapat talangan, Jika terungkap, mungkin ratusan rekayasa lain untuk kasus ini akan terkuak. Kita tungu saja. Kasus ini masih ditangani pansus. Kita tunggu perkembangannya.
7. Rekayasa Hukuman Penjara di Tahanan.
Kamar tahanan sudah reke ulang. bukan direkasaya lagi. Menjadi sebuah kamar sekalas hotel berbintang. Muantabs. Korup. Ambil duit rakyat, Pindah ke Hotel Prodeo, Bebas. Nikamati sisa korup.
… mana ada koruptor kapok.
8. Rekayasan penghapusan Ayat Rokok dalam Undan-Undang.
Bahkan mafia dan korporasi sudah bisa masuk ke pembuatan undang undang. Tak diragukan lagi, begitu banyak undang-undang yang tidak berpihak kepada rakyat. Lebih kepada Asing, Investor, Pengusaha dll… Tapi ini termasuk parah, karena undang undang yang sudah benar, direkayasan dengan menghilangkan/menghapus adanya ayat rokok dalam undang2.
9. Rekayasa Kekebalan Hukum.
Seorang Pemimpin Negeri ini, Yang dengan Jargonnya. “Hukum Jadi Panglima” yang berkali kali di sanjung2 seorang anggota ruhut, melakukan sebuah keanehan sendiri. Mengeluarkan Perpu yang salah satu ayatnya memuat bahwa pembuat keputusan tidak dapat dituntun alias kebal hukum. hehehehe…. Maaf, ini tidak santun sama sekali… tapi sontoloyo… mana ada aturan orang yang kebal hukum… Ngerti hukum ngak sie pak.. kok bilang hukum jadi panglima, tapi perpu anda bunyinya “lucu.”.
10. Rekayasa Isu Makar .
Seorang pemimpin negeri ini, kembali, dengan data intelejen yang diagung aguangkan….dengna kalimat… “Ini Intelejen……..” , mengungkapkan bahwa demo peringatan hari Kurupsi Sedunia akan ditunggangi dan ada 2 mantan menteri yang membekingi usaha makar
)… Lucu.. Pemimpin yang bangga dan gembar gembor dengan 60 % suara lebih dari rakyat, takut dengan 2 mantan menteri.. Jadi pertanyaan kemudian.. Apakah Hasil Pemilu Rekayasa ???
11. Rekayasa Pooling.
Menjawab no 10. Apakah pemilu rekayasa? Pemilunya tidak direkayasa, tapi banyak hal yang di rekayasa untuk memenangkan pemilu. Termasuk pooling, dan pooling sms yang menggunakan beberapa SMS Gateaway yang mampu mengirim ribuan sms semenit, untuk memenagkan polling. Ini pengakuan dari orang yang disuruh
)…
Pelaku
1. Mafia Hukum
2. Mafia lapas.
3. Mafia Perbankan.
dan berbagai mafia lain nya.
Kesimpulan
Simpulkan Sendiri
om, balen dong om SMS gateway-nya
itu kenapa saya kurang setuju sama pemilu langsung..
yang mengganjal adalah satu: apa benar kalau banyak pasti benar?
ni tak tambahin komennya bos biar ga satu aja ga tega saya melihatnya!hihihihi…..kesimpulan saya politik penuh dengan rekayasa jadi ….hehehe f***ing politic!
peace bos
klo begitu punya pemikiran dan ide sendiri sendiri dungk.. menyangkut politik .. gak ada yg pas kata2nya.. berbelok belok trs…
mantab dia lho ngomongin politik. gimana dar, minat maju pilkada berikutnya?
ngomong2 tentang polling, lagi ada polling tuh di andaka.com
hehe…
kalo politik mah g ada habisnya??
maz infonya donk biar blog bisa di terima di google adsense. coz beberapa blog ku di tolak terus/..listi1988@gmail.com
Salam super-
mantabbbbbbb
saya sampai terkagum kagum membaca artikel ini…
Dunia politik penuh dengan intrik… !! (bait lagu Iwan Fals)
memang begitulah politik